Ahli Pijat Urut Tunanetra
Najaha Sehat
Melayani pijat urut refleksi, untuk

Klinik ini dikelola oleh
Wan Zul Chairansyah dan Heni Lisna Wati
Telah mengikuti pelatihan massage di PSBN WyataGuna Bandung yang dikelola oleh Departemen Sosial www.depsos.go .id
Tersedia terapis pria dan wanita.
Alamat saat ini :
Jl. Tambakrejo 2 RT/RW 06/02 Kaling 02 Kelurahan Sei Mempura Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Propinsi Riau Kode Pos 28671
No HP : 085271388868

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah
Mohon maaf lahir dan batin

Pengumuman :


Bagi yang mengunjungi blog ini lewat
www.kemilaukreasi.com
Segeralah menggunakan URL yang aktif yaitu :
www.najaha.id
Karena pada tanggal
20 Juni 2018
URL kemilaukreasi akan ditutup.
Bagi yang menyimpannya sebagai penanda, silahkan mengubahnya ke URL najaha.

Butuh artikel lain?

Kado dari Allah

Garis hidup kita memang sudah ditentukan dan sebenarnya kita tinggal menjalaninya saja. Lebih tepatnya mengikuti arus kehidupan itu. Bukan berarti pasrah menerima tanpa berusaha memperbaiki diri, tapi ibarat kereta api yang memiliki rel dan tujuan berhenti, tentunya berhati-hati agar tidak terjadi permasalahan di perjalanan. Hanya saja kereta api sudah jelas rute dan stasiun mana saja tempat persinggahanya. Manusia hanya tahu jurusan akhir hidupnya, sementara tempat pemberhentian sementaranya hanya Tuhan yang memutuskan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berhati-hati agar kita tidak keluar dari rel yang dapat menyebabkan kita dapat masalah di perjalanan hidup ini.

Ini kisahku. Awalnya aku tidak pernah membayangkan akan menikah dengan seorang yang kini telah menjadi pendamping hidupku. Ini adalah kado yang dihadiahkan Allah saat ulangtahunku. Berawal dari Pernikahan adiku dan ia entah secara bercanda atau memang serius menawarkan beberapa pilihan wanita yang sebaiknya jadi calonku. Akupun menanggapinya dengan setengah serius. Ya, mungkin adikku merasa bersalah telah melangkahiku untuk menikah duluan. Itu yang ada pada fikiranku saat itu.

Setelah kami membandingkan beberapa calon untukku, jatuhlah pilihan kepada seorang gadis yang masih satu daerah dengan kami. Hanya saja ia berbeda kabupaten. Anehnya lagi, pilihan terakhir ini aku sama sekali tidak mengenalnya secara lebih dalam. Padahal pilihan-pilihan sebelumnya aku sangat mengenal mereka. Mungkin itu yang menyebabkan aku lebih memilih pilihan terakhir. Karena aku belum mengetahui watak atau sifatnya. Memang ia berteman baik dengan adiku sewaktu di Asrama sosial khusus tunanetra. Walau mereka berbeda bidang study, tetapi mereka tidur di kamar yang sama. Tentu adikku memahami sifat dan karakternya. Lagi pula adikku tidak mungkin mencari calon keluarga baru secara asal-asalan saja.

Baca Juga :

Karena aku sudah menentukan pilihan, tentu aku harus mengenalnya terlebih dahulu. Dan memang rel perjalanan hidupku sudah ditentukan akan menikah dengannya. Aku mulai mencoba mengenalnya lebih dekat lagi. Dengan media telekomunikasi aku coba mengenalnya dan semakin hari kami semakin cocok.

Pasca beberapa hari pernikahan adikku, sepertinya aku sudah harus benar-benar mengambil keputusan tetap untuk serius dengannya. Adiku pernah memberikan sinyal padanya kalau aku akan menjadikannya sebagai pendamping hidup. Tak tega rasanya bila aku tak pernah menyinggung persoalan itu. Akhirnya aku langsung mengungkapkan rencanaku untuk melamarnya. Tetapi agar nantinya ia tidak menyesal memilihku, sebaiknya dalam beberapa bulan ini kami saling mengenal karakter masing-masing dulu. Ia setuju untuk saling mengenal lebih dekat. Empat bulan lagi tahun baru. Rasanya sudah cukup untuk menjajaki perkenalan dan membuat keputusan.

Godaan itu selalu ada. Aku tidak terlalu ingat persis waktunya, tapi yang jelas di penghujung tahun hampir saja kami menemui kegagalan. Seorang lakilaki dengan girangnya memberitahukan bahwa ia akan menikah. Lebih gila lagi calon isterinya itu adalah calonku juga. Aku agak bingung menanggapinya. Memang dalam beberapa bulan ini status kami bukan pacaran dan tidak mengikat satu sama lain. Tapi aneh rasanya kalau ia nekat mengambil pilihan ganda. Ya, mungkin saja dia berfikir yang lebih cepat melamar, itulah yang serius padanya. Tapi aku harus bijaksana. Secara hati-hati aku mencoba mengonfirmasi berita itu langsung padanya. Dan untunglah aku bertanya langsung. Ternyata berita itu tidak sepenuhnya benar dan tidak juga bohong. Dalam beberapa minggu ini memang ia sempat tak sengaja berkenalan dengan laki-laki itu. Tiba-tiba saja pria itu berkata kalau ia ingin menikahinya. Karena setatus kami bukan pacaran, ia agak bingung menanggapi lamaran itu. Mau ditolak, tapi saat ini ia belum punya status berhubungan dengan yang lain. Sementara keputusan kami masih menunggu hingga tahun baru. Akhirnya dia hanya menanggapi lamaran pria itu secara acuh tak acuh saja. Diterima tidak, menolakpun tidak. Sepertinya laki-laki itu salah dalam menanggapi sikap diam itu, Makanya ia menganggap lamarannya diterima.

Akhirnya keputusan itu tiba pada tanggal satu Januari 2016. Tepatnya Jumat siang jelang sore, ia membuat keputusan untuk memilih aku sebagai calon pendamping hidupnya kelak. Makanya setelah keputusan itu terdengar desas-desus aku merebut calon isteri orang. Untungnya orang-orang tahu bagaimana watak laki-laki itu yang memang suka menganggap wanita yang dekat dengannya adalah kekasihnya. Sehingga namaku tidak begitu tercemar. Ya, pastinya bagi yang tidak mengenal aku, mereka akan berfikiran memang akulah yang merebutnya. Tapi sudahlah. Namanya juga cobaan, tentu ada-ada saja godaannya. Sebenarnya pria itu tidak terlalu salah, karena aku memang tidak pacaran sebelum menikah. Untuk yang satu ini aku memang ingin murni berhubungan setelah menikah saja. Jadi tak pernah terdengar berita kalau aku berpacaran dengannya. Makanya laki-laki itu nekat melamarnya.

Setelah mengadakan persiapan fisik, mental dan dana,tepatnya pada hari Rabu satu Juni 2016 pukul delapan tigapuluh , pagi itu aku resmi menjadi suaminya. Ya, ini merupakan kado ulangtahunku yang istimewa. Walau hari jadiku tinggal menghitung hari, tapi tak apalah kadonya dipercepat. Toh masih dalam bulan yang sama.

Kini dua tahun sudah waktu berlari meninggalkan masa. Begitu cepat rasanya perjalanan yang cukup panjang ini. Saat ini kami telah memiliki puteri kecil yang tengah lucu-lucunya berkembang menapaki kehidupannya. Inilah buah yang dianugerahkan Tuhan kepada kami. Semoga kami dapat terus bersama baik di dunia hingga akhirat kelak.

Postingan terkait:

5 Tanggapan untuk "Kado dari Allah"

blognyaputraminang mengatakan...

Yes pertamax gan
Izin absen dulu ya.

Wan Zul Chairansyah S.Pd mengatakan...

Wah, suatu kunjungan yang luar biasa dari agan. Trims ya

satria salju mengatakan...

Wooww!! sebuah perjalanan detik2 pernikahan yang singkat...Namun punya kesan menarik bagi yang merasakannya..😄

Yaa!! Memang kita tidak pernah akan tahu siapa jodoh kita nantinya, Karena itu sudah menjadi rahasia Allah.S,W,T. Meski kita sendiri terkadang yakin & suka berlebihan dalam menentukan jodoh atau meyakinkan nya..Namun semua itu tetap Allah.S,W,T yang menentukan jodoh kita..Seperti kisah diatas 😃😄

satria salju mengatakan...

Belum ada posting terbaru booss!! 😄😄😄

Ella fitria mengatakan...

Waah luar biasa nih perjalanan pernikahannya.. Sehat2 ya kang, salam untuk istri.. :)